Tuesday, October 13, 2009

Saat Jika

Saat.... Jika.....

Saat pegawai sehat masih membetulkan selimutnya dipagi hujan
Saat pejabat sakit mengerling sudut langit-langit RS. Medika Intan
Saat bulan pucat terlambat meninggalkan matahari
Saat jalan basah di jakarta masih sunyi
Saat mal belum menggantikan pasar pagi
Saat puncak apartemen masih tertutup kabut sepi
Komputer ini sudah menyala layarnya
Ada lagu lembut mengalun merdu di sampingnya
Ada aroma kopi murah menantang gairah
Ada gagasan jernih mengalir dari kepala di depannya,
 Mengalir huruf-huruf arial, menyusun kata, merangkai alinea
Cerdas, lintas meretas

Sungguh anugerah Kuasa yang tiada tara
Takkan pernah lagi saat pensiun nanti
Sebentar lagi...
Takkan pernah ada lagi.......
Mungkin Tuhan akan mengganti 
dengan rahmah dan berkah yang lain
Mungkin, insya Allah....
Jika nafas tak makin berat
Jika tetap diberi sehat
Juga,...
Jika tak lupa kawan yang duka
Jika tak memangkas jatah sesama
Jika tidak banyak SPPD yang menjadi STNK hak milik
Jika tidak banyak sisa kontrak yang menjadi girik
Jika tidak tega melambung harga diam-diam
Jika tidak sampai hati melukis tandatangan 
Jika terus bertobat dan bermunajat
Jika angan-angan ini bukan hanya angan-angan
Jika sebelumnya, andai disadari jauh hari... 
Jika... Jika.....jangan.... jangan sekarang......
Lailahailalloh..aufhhfssss... hlesssssss......... 

Toolloonnggg...... kau bawa kemana aku.......
Jangan....jangan....
 belum sempat aku bertobat..............
Malaikat : “ Emang Gue Pikirin..”

No comments:

Post a Comment