Sunday, December 6, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
Memandang Alam, Melukis Imajinasi Merangkai Kata, Menata Bahana
15 Oktober 2009
Wahai Kekasih ku
Saat diri menyatu dengan Mu
Tegak menunduk, duduk memeluk
Kucium peraduan, melurus kesucian Mu
Puji rayu, pinta silih berganti
Tiada ada selain diri Mu
Duhai Kekasih jiwa
Jangan berpaling selain padaku
Kasihi aku berbatas ikhlas
Kasihani aku tiada lepas
Bimbing aku tanpa balas
Tiada pinta selain kasih Mu
Ingin jiwa menyatu dengan Mu
Sepanjang waktu
Meski kala berbayang berhala
Meski jiwa berkalang nista
Rindu bersekutu malu
Berkeping dusta merambah raga
Berlaksa dosa menyerta lupa
Namun rindu itu terus memburu
Rindu menyatu tanpa ragu
Duh Kekasih penentu risalah
Rindu menyatu dikala resah
Diruang rindu berbalas kisah
Dikolong waktu beradu desah
Duh Kekasih penentu rindu
Rindu berpadu segaris waktu
Rindu menyatu
Menyatu dengan Mu
Sepanjang lagu rindu